Feminisasi migrasi menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan di Malaysia pada sektor informal yang rentan terhadap keterbatasan mobilitas dan ketergantungan finansial. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan perempuan imigran Indonesia di Malaysia melalui program kewirausahaan berbasis e-commerce. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi digital terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas 12 perempuan imigran pelaku e-commerce di Kuala Lumpur dan Selangor, serta 3 informan pendukung dari pihak fasilitator dan KBRI. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce berhasil memicu proses pemberdayaan perempuan imigran melalui tiga tahapan. Pada tahap akses, sistem digital mereduksi hambatan modal fisik dan ruang gerak kerja domestik. Pada tahap kesadaran kritis, adopsi teknologi mengubah identitas mereka dari pekerja marginal menjadi pelaku usaha mandiri. Pada tahap kontrol ekonomi, pendapatan digital memberikan otoritas penuh dalam pengelolaan finansial yang krusial untuk bekal purna migrasi. Meski demikian, keberlanjutan usaha masih terbentur hambatan regulasi legalitas lokal bagi warga asing. Disimpulkan bahwa e-commerce efektif menjadi ruang pembebasan ekonomi personal bagi perempuan imigran.
Copyrights © 2026