Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu instrumen pajak tidak langsung yang memiliki peran strategis dalam struktur penerimaan negara di Indonesia. Sebagai pajak berbasis konsumsi, penerimaan PPN sangat bergantung pada aktivitas ekonomi masyarakat, tingkat daya beli, serta nilai transaksi barang dan jasa. Oleh karena itu, perubahan kondisi makroekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi, dan nilai tukar rupiah, berpotensi memengaruhi besarnya penerimaan PPN melalui perubahan pola konsumsi dan nilai transaksi ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kauntitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan jenis data times series dalam periode penamatan yaitu tahun 2015-2024. Dengan 2 variabel bebas yaitu: Pertumbuhan Ekonomi (X1) dan Nilai Tukar (X2), serta menggunakan 1 variabel terikat yaitu Pajak Pertambahan Nilai (Y), dengan Uji Statistik Menggunakan Aplikasi Eviews 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Pajak Pertambahan Nilai, dan variabel Nilai Tukar Rupiah berpengaruh positif signifikan terhadap variabel Pajak Pertambahan Nilai. Pada uji keseluruhan atau uji F variabel independen dalam penelitian ini yaitu Pertumbuhan Ekonomi dan Nilai Tukar secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Pajak Pertambahan Nilai.
Copyrights © 2026