Perkembangan globalisasi dan budaya digital telah membawa perubahan pada pola interaksi sosial anak, yang dalam beberapa konteks berpotensi mengurangi pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai budaya lokal, termasuk sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini mendorong pentingnya penguatan pendidikan berbasis budaya lokal sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan berbasis budaya lokal dalam membangun sikap toleransi siswa kelas V di SD Negeri 056642 Kampung Baru, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal melalui permainan tradisional, kegiatan storytelling, proyek kolaboratif, dan pembelajaran kontekstual mampu menumbuhkan sikap empati, kerja sama, penghargaan terhadap perbedaan, serta meningkatkan kualitas interaksi sosial siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan karakter toleransi melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis budaya lokal tidak hanya berperan dalam melestarikan kearifan lokal, tetapi juga menjadi strategi yang relevan untuk memperkuat pendidikan karakter dan membangun sikap toleransi siswa di tengah tantangan sosial budaya pada era digital.
Copyrights © 2026