Penelitian ini mengkaji ketidakefektifan komunikasi digital dalam penyebaran konten kesehatan di Posyandu Anyelir 1, Kecamatan Menteng, Kota Bogor. Perkembangan pesat media digital telah mendorong pelayanan kesehatan masyarakat untuk memanfaatkan platform komunikasi seperti WhatsApp dan media sosial untuk menyebarluaskan informasi kesehatan. Namun, implementasi komunikasi digital dalam pelayanan kesehatan masyarakat seringkali menghadapi berbagai kendala, termasuk keterlibatan audiens yang terbatas, akses informasi yang tidak merata, literasi digital yang rendah, dan penyampaian pesan yang tidak efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi hambatan komunikasi yang dialami dalam penyebaran konten kesehatan di Posyandu Anyelir 1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kader Posyandu dan anggota masyarakat, serta studi dokumentasi. Penelitian ini menerapkan Teori Difusi Inovasi untuk menganalisis bagaimana informasi kesehatan digital dikomunikasikan dan diterima oleh masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi digital di Posyandu Anyelir 1 belum sepenuhnya efektif karena beberapa faktor, termasuk interaksi yang terbatas antara kader dan warga, inkonsistensi dalam penyebaran konten, partisipasi masyarakat yang rendah dalam platform digital, dan dominasi metode komunikasi konvensional. Selain itu, kurangnya konten kesehatan yang menarik dan interaktif juga memengaruhi tingkat perhatian masyarakat dan pemahaman terhadap informasi yang disampaikan. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan strategi komunikasi digital, peningkatan literasi digital, dan pengembangan konten kesehatan yang lebih interaktif sangat penting untuk mengoptimalkan penyebaran informasi kesehatan di layanan kesehatan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan praktik komunikasi kesehatan digital di tingkat masyarakat setempat.
Copyrights © 2026