Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman hidup mahasiswa Teknik Sipil dalam menghadapi tekanan akademik yang tinggi menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Teknik Sipil dikenal sebagai salah satu program studi paling menuntut di perguruan tinggi, dengan beban kurikulum yang padat, tuntutan presisi teknis, serta ekspektasi profesional yang besar. penelitian ini menggali struktur kesadaran mahasiswa terhadap perjuangan, krisis identitas, dan strategi resiliensi yang mereka kembangkan. Hasil analisis mengidentifikasi lima tema utama: (1) pengalaman overwhelm multidimensi, (2) dinamika dukungan sosial, (3) krisis makna dan motivasi, (4) strategi koping adaptif, dan (5) transformasi identitas akademik. Temuan menunjukkan bahwa resiliensi bukan sekadar kemampuan bertahan, melainkan proses aktif rekonstruksi makna yang melibatkan dimensi kognitif, emosional, dan relasional. Implikasi penelitian ini relevan bagi pengembangan program pendampingan akademik berbasis kesehatan mental di program studi teknik.
Copyrights © 2026