Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Indonesia. Besarnya peran tersebut menunjukkan pentingnya identifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki keunggulan dan daya saing sebagai dasar dalam mendukung transformasi ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor basis serta menganalisis pertumbuhan dan daya saing sektoral di Provinsi Jawa Timur selama periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Provinsi Jawa Timur dan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan Shift Share. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa terdapat empat sektor basis yang memiliki nilai LQ lebih dari satu, yaitu Industri Pengolahan (1,546) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (2,188), Perdagangan Besar dan Eceran (1,373), serta Informasi dan Komunikasi (1,118). Sementara itu, hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa sektor Jasa Lainnya merupakan sektor yang tumbuh cepat dan memiliki daya saing, sedangkan sektor Industri Pengolahan tetap menunjukkan keunggulan kompetitif walaupun pertumbuhannya relatif lebih lambat dibandingkan tingkat nasional. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan sektor basis dan pengembangan sektor dan pengembangan sektor jasa prospektif perlu menjadi fokus dalam mendukung transformasi ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026