Tingkat pengangguran terbuka Kota Makassar yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata Sulawesi Selatan menunjukkan perlunya kajian terhadap faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ingin melihat pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum kota, tingkat partisipasi angkatan kerja, kualitas sumber daya manusia, dan inflasi terhadap tingkat pengangguran terbuka Kota Makassar periode 2017 sampai 2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder time series tahunan dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan metode Ordinary Least Squares, yang didahului pengujian asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi (p = 0,0099) dan upah minimum (p = 0,0078) berpengaruh signifikan secara parsial dengan arah negatif terhadap pengangguran. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja, kualitas sumber daya manusia, dan inflasi tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, pertumbuhan ekonomi, upah minimum, tingkat partisipasi angkatan kerja, kualitas sumber daya manusia, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap pengangguran (R2 = 69,73%). Temuan ini menunjukkan bahwa pengangguran di Kota Makassar tidak hanya berkaitan dengan satu faktor ekonomi. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan di Kota Makassar.
Copyrights © 2026