Latar Belakang: Adopsi teknologi cloud accounting menjadi isu strategis dalam era digitalisasi pendidikan tinggi, khususnya di kalangan mahasiswa akuntansi. Meskipun teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan, adopsinya belum merata, sehingga perlu dianalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat perilaku mahasiswa dalam menggunakannya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Performance Expectancy, Effort Expectancy, Regulatory Support, dan Security terhadap Behavioral Intention mahasiswa dalam mengadopsi cloud accounting, serta menguji peran moderasi Digital Literacy.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang dimodifikasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 290 mahasiswa akuntansi aktif di wilayah Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM).Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa Effort Expectancy dan Security berpengaruh positif signifikan terhadap niat perilaku mahasiswa. Sebaliknya, Performance Expectancy berpengaruh negatif signifikan, sedangkan Regulatory Support tidak berpengaruh signifikan. Digital Literacy memoderasi secara selektif: memperkuat pengaruh Security namun memperlemah pengaruh Effort Expectancy terhadap niat perilaku. Tidak terdapat efek moderasi pada hubungan Performance Expectancy dan Regulatory Support.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini pengembangan teori UTAUT dalam konteks pendidikan tinggi dengan memasukkan Digital Literacy sebagai variabel moderator. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembang teknologi, institusi pendidikan, dan regulator dalam mendorong adopsi cloud accounting secara lebih efektif di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2025