Penelitian ini bertujuan menganalisis kegagalan game Vainglory melalui perspektif teori Ekologi Media Marshall McLuhan dengan menyoroti perubahan medium dan dampaknya terhadap komunikasi digital serta partisipasi komunitas pemain. Vainglory, yang awalnya dikenal sebagai pelopor Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) berbasis kontrol sentuhan (tap control), mengalami penurunan drastis setelah beralih ke sistem joystick dan mode 5v5. Perubahan ini tidak hanya menggeser karakteristik teknologinya, tetapi juga mengubah ekologi komunikasi dan budaya partisipatif yang telah menjadi fondasi komunitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana digital terhadap forum Reddit, grup Facebook, kanal Discord, dan dokumen resmi pengembang untuk menelusuri persepsi pemain terhadap transformasi medium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan tanpa adaptasi sosial menciptakan disonansi dalam ekologi media: sistem joystick meningkatkan kompleksitas teknis (enhance), tetapi menghapus identitas orisinal game (obsolesce), mencoba menghidupkan kembali gaya MOBA klasik (retrieve), dan akhirnya menimbulkan efek balik berupa kehilangan komunitas dan kepercayaan pemain (reverse). Dengan demikian, kegagalan Vainglory merepresentasikan disfungsi ekologi media, di mana medium baru tidak lagi memperluas pengalaman manusia, melainkan memutus hubungan komunikasi antara pengembang dan pengguna. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi dan adaptasi sosial dalam menjaga keberlanjutan ekosistem digital.
Copyrights © 2025