Kabupaten Maros memiliki potensi besar dalam produksi ikan bandeng dengan lahan tambak yang luas dan produktif, menjadikannya salah satu sentra utama di Indonesia. Kabupaten Maros menyumbang 9.119,7 ton tahun 2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas dan fungsi keuntungan Cobb-Douglas. Dengan menggunakan simple random sampling, di Desa Minasa Upa dan di Desa Bonto Bahari sebagai penghasil bandeng tertinggi di Kecamatan Bontoa. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas tambak, volume nener volume pupuk dan volume pakan berpengaruh signifikan terhadap produksi ikan bandeng, sedangkan umur, pengalaman bertambak, dan tanggungan keluarga berpengaruh tidak signifikan. Pada analisis pendapatan, hanya variabel harga nener yang berpengaruh signifikan, sedangkan harga pakan, umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertambak, dan dummy wilayah berpengaruh tidak signifikan terhadapĀ pendapatan.
Copyrights © 2026