Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produktivitas dan carying capacity jerami jagung pulut (Zea mays var. Ceratin) yang dihasilkan dari dua lokasi lahan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari dua perlakuan, yaitu Lautang Salo (P1) dan Maroangin (P2). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis proksimat untuk mengukur komposisi nutrisi, meliputi bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil analisis menunjukkan bahwa jerami jagung pulut dari lokasi P1 memiliki kadar protein kasar (12,33%), lemak kasar (2,78%), dan abu (16,54%) lebih tinggi dibandingkan dengan P2. Sebaliknya, jerami jagung pulut dari P2 memiliki kandungan bahan kering (53,60%), serat kasar (28,47%), dan BETN (56,24%) yang lebih dominan. Hasil pengukuran biomassa memperlihatkan bahwa jerami jagung pulut dari P1 lebih unggul sebagai sumber protein dan mineral, sementara jerami jagung pulut dari P2 lebih sesuai sebagai sumber energi dan memiliki produktivitas bahan kering yang lebih tinggi. Meskipun terdapat perbedaan signifikan pada beberapa unsur nutrisi, daya tampung hijauan dari kedua lokasi tergolong serupa dan tetap layak dijadikan sebagai pakan dasar. Dengan demikian, jerami jagung pulut dari kedua lokasi tersebut dapat digunakan secara saling melengkapi dalam penyusunan ransum pakan ruminansia yang seimbang dan ekonomis.
Copyrights © 2025