Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sabut kelapa habis pakai sebagai media tanam alternatif untuk jamur merang (Volvariella volvacea). Sabut kelapa, yang mengandung lignoselulosa, dapat menjadi alternatif yang baik untuk budidaya jamur merang. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasirmulya, Majalaya, Karawang, pada Juli hingga Agustus 2022, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan, menghasilkan 25 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari kombinasi sabut kelapa habis pakai dan sabut kelapa baru: P1 (25% habis pakai : 75% baru), P2 (50% : 50%), P3 (75% habis pakai : 25% baru), P4 (100% baru), dan P5 (100% habis pakai). Parameter yang diamati meliputi waktu munculnya pinhead, panjang dan diameter tubuh buah, jumlah tubuh buah, bobot segar, dan intensitas panen. Data dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika signifikan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 (50% sabut kelapa habis pakai + 50% sabut kelapa baru) menghasilkan bobot tubuh buah tertinggi, 14,59 g, dan intensitas panen tertinggi, 16,20 kali. Perlakuan lainnya menunjukkan hasil seragam pada panjang dan diameter tubuh buah serta jumlah tubuh buah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sabut kelapa habis pakai dapat digunakan sebagai media tanam alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil jamur merang.
Copyrights © 2025