Kesehatan mental remaja menjadi perhatian global karenameningkatnya prevalensi gangguan kecemasan dan depresi di kalangan usia muda, termasuk di Indonesia. Salah satu faktorpenting yang memengaruhi kondisi ini adalah pola komunikasidalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkajibagaimana pola komunikasi keluarga mendukung kesehatanmental remaja di Kecamatan Polewali. Penelitian menggunakanpendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi terhadap lima keluarga yang memiliki anak remaja. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pola komunikasi dalam keluargamencerminkan tiga jenis pola asuh menurut Diana Baumrind, yaitudemokratis, permisif, dan otoriter. Pola asuh demokratis yang disertai komunikasi terbuka dan saling menghargai terbukti paling mendukung kesehatan mental remaja. Pola ini juga sejalan dengankonsep komunikasi congruent dari Virginia Satir, yang menekankan keselarasan antara pikiran, perasaan, dan perilakudalam interaksi keluarga.
Copyrights © 2025