Studi ini bertujuan untuk menguraikan masalah-masalah yang muncul saat penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMPN 6 Polewali. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian terdiri dari tiga wali kelas VIII dan satu wakil kepala sekolah yang bertanggung jawab dalam bidang kurikulum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi kesulitan dalam membuat modul P5 yang sesuai dengan minat serta kebutuhan siswa, dan mereka juga memiliki pemahaman yang terbatas mengenai integrasi nilai Pancasila dalam pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, kurangnya fasilitas, rendahnya kerja sama antar guru, serta minimnya pelatihan teknis menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, beberapa guru berhasil memanfaatkan teknologi dan sumber daya digital sebagai alternatif. Penelitian ini menyarankan agar pelatihan guru ditingkatkan, sarana pendukung disediakan, dan perencanaan kolaboratif antara pendidik dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Harapan dari hasil studi ini adalah agar dapat menjadi panduan untuk meningkatkan kualitas implementasi P5 di institusi pendidikan lainnya..
Copyrights © 2026