Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep segitiga dalam Budaya Mandar terhadap pemahaman matematis siswa. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis quasi-eksperimental, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Campalagian, dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan kelas VIII A, sebagai kelas eksperimen, dan VIII C sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman, (Pre-test, dan Post-test) dan lembar observasi keterlaksanaan, serta lembar aktivitas siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dan inferensial. Hasil analisis deskriptif post-test menunjukkan rata – rata pemahaman matematis kelas eksperimen sebesar 83,65, lebih tinggi dari kelas kontrol 74,81. Hasil analisis inferensial regresi sederhana Y = -1,352 + 0,23X + e, dan lebih besar ( 3,611 lebih besar 2,009), dan niali signifikansi 0,001 lebih kecil 0,05 yang menunjukkan pengaruh positif. Uji t (independent) menujukkan lebih besar ( 3,611 lebih besar 2,85 dengan signifikansi lebih kecil α yaitu 0,001 lebih kecil 0,05. Menunjukkan ada perbedaan signifikan. Dengan demikian konsep segitiga dalam Budaya Mandar berpengaruh positif, dan ada perbedaan siginifkansi terhadap pemahaman matematis siswa SMP Negeri 2 Campalagian.
Copyrights © 2025