AbtrakMentimun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman menjalar yang tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Tanaman mentimun masih digolongkan dalam famili Cucurbitaceae atau keluarga labu-labuan sama seperti tanaman semangka dan melon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk eco-enzim dan waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Tapango Barat, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada Januari sampai Maret 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis ekoenzim (0, 15, 20, dan 25 ml/L), dan faktor kedua adalah waktu pemberian (1 kali/minggu dan 1 kali/2 minggu), dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan dan 96 tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara dosis dan waktu pemberian ekoenzim terhadap seluruh parameter pengamatan. Namun demikian, perlakuan dosis 15 ml/L dengan interval pemberian 1 kali/minggu memberikan hasil terbaik pada parameter berat buah (367,25 g), sedangkan dosis 20 ml/L dengan frekuensi pemberian 1 kali/minggu menghasilkan jumlah daun terbanyak (31,92 helai). Dosis ekoenzim 15–25 ml/L berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun, namun pengaruhnya belum signifikan secara statistik. Perlu dilakuan penelitian yang lebih seksama dengan penerapan pupuk Eco-enzim pada konsentrasi dan waktu pemberian yang lebih bervariasi di lahan agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Kata kunci: Cucumis sativus L., pupuk organik cair eco-enzim,
Copyrights © 2026