Tingginya turnover intention pada tenaga kefarmasian dapat berdampak terhadap penurunan mutu pelayanan kesehatan, terganggunya kontinuitas pelayanan, serta ketidakstabilan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena tingginya keinginan berpindah kerja dapat memengaruhi efektivitas pelayanan dan kinerja organisasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan retensi tenaga kefarmasian melalui penguatan kepuasan kerja, pengelolaan stres kerja, dan peningkatan motivasi kerja tenaga kefarmasian di Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui edukasi manajemen stres kerja, penyuluhan mengenai pentingnya kepuasan kerja dan loyalitas organisasi, diskusi kelompok terkait permasalahan di lingkungan kerja, serta pemberian motivasi tentang pengembangan karir dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat. Sasaran kegiatan adalah tenaga kefarmasian yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Riau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa turnover intention pada tenaga kefarmasian dipengaruhi oleh ketidakpuasan kerja, stres kerja, usia muda, dan status pekerjaan, dengan kepuasan kerja menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi keinginan berpindah kerja. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pengelolaan stres, peningkatan motivasi kerja, pentingnya dukungan organisasi, serta pengembangan karir sebagai upaya meningkatkan retensi tenaga kefarmasian. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu institusi kesehatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan, penguatan komunikasi organisasi, dan pemberian penghargaan yang sesuai sehingga turnover intention tenaga kefarmasian dapat menurun.
Copyrights © 2026