Pemberian TTD pada remaja putri dilakukan melalui UKS/M di institusi Pendidikan guna mengatasi prevalensi kejadian anemia pada remaja putri. Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2023 menunjukkan jumlah anemia remaja putri terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sail dengan jumlah 534 siswi. Salah satu sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sail adalah SMAN 9 Pekanbaru. Tujuan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Siswi di SMAN 9 Pekanbaru tahun 2025 yang dilaksanakan pada bulan September tahun 2025. Variabel kegiatan meliputi pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan pihak sekolah (stakeholder), dan kesehatan. Metode menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan tentang TTD telah tersebar luas, pemahaman yang mendalam dan kesadaran menjadi kunci konsumsi rutin. Sikap positif terhadap manfaat TTD, dukungan moral dari orang tua terutama ibu, serta peran aktif guru UKS dan edukasi yang konsisten di sekolah turut membentuk kepatuhan dan kebiasaan konsumsi. Selain itu, kesadaran terhadap kondisi kesehatan melalui pemeriksaan Hb juga menjadi faktor pendorong dalam menjaga konsumsi TTD secara teratur. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan siswi agar implemetasi program konsumsi TTD dapat berjalan dengan baik. Sekolah memberi edukasi, keluarga mendukung, dan siswi menjaga kesadaran diri terhadap pentingnya konsumsi TTD.
Copyrights © 2026