Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALYSIS OF THE LOW UTILIZATION OF MOBILE JKN ADOPTION FOR PATIENT REGISTRATION AT DUMAI GENERAL HOSPITAL IN 2025 Suci Badriyana; Emy Leonita; Kiswanto Kiswanto; Reno Renaldi; Doni Jepisah
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.21777

Abstract

Digital transformation in healthcare has become a major focus of the Indonesian government through the development of the Mobile JKN application by BPJS Kesehatan. However, at Dumai General Hospital (RSUD Dumai), the utilization rate of this application remains low. This study aims to analyze the factors contributing to the low adoption of Mobile JKN in patient registration using the Innovation Resistance Theory (IRT) by Ram and Sheth (1989), which includes five dimensions: Usage Barrier, Value Barrier, Risk Barrier, Tradition Barrier, and Image Barrier. The research applied a qualitative case study approach involving key informants consisting of both users and non-users of Mobile JKN, as well as hospital registration staff. Data were collected through in-depth interviews and field observations, then analyzed thematically. The findings show that low adoption is influenced by limited digital literacy among elderly patients (Usage Barrier), perceptions that manual registration is faster (Value Barrier), concerns about data security and technical issues (Risk Barrier), strong preference for face-to-face interactions (Tradition Barrier), and the negative image of the application due to system errors and insufficient socialization (Image Barrier).
OPTIMIZATION OF CADRE PERFORMANCE AND SKILLS TOWARD ACHIEVING HYPERTENSION SCREENING TARGETS AT TELUK BELITUNG COMMUNITY HEALTH CENTER Despitasary Despitasary; Kiswanto Kiswanto; Apriadi Saputra; Kamali Zaman
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.22367

Abstract

The low coverage of hypertension screening in the working area of the Teluk Belitung Community Health Center poses a serious challenge in controlling Non Communicable Diseases, with data showing that routine community participation is only 36.5%. This study aims to analyze the low coverage of hypertension screening and to formulate strategies for optimizing the performance of health cadres as the frontline of early detection in the community. Using a qualitative approach with a descriptive design, data were collected through in depth interviews, observations, and document review. Data were analyzed using the Urgency, Seriousness, Growth method to determine problem priorities and SWOT analysis for strategy formulation. The results of the Urgency, Seriousness, Growth analysis identified that suboptimal cadre skills were the main root problem with the highest priority score of 15. Based on the SWOT matrix, this study recommends intervention strategies in the form of transforming guidance methods through a peer-coaching system (Core Cadres) supported by Health Operational Assistance, intensification of outreach services (Mobile Integrated Health Posts), integration of services into community socio cultural activities, and strengthening cross sectoral advocacy to obtain village level regulatory support and village funding. This strategy is expected to change the paradigm of cadre development from a centralized approach to community empowerment supported by local policies as a fundamental step to ensure program sustainability and the achievement of Minimum Service Standard targets in hypertension control.
Analisis Implementasi Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah Di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Anggi Wahyuni; Kiswanto Kiswanto; Jasrida Yunita; Budi Hartono; Dedi Widodo; Asfeni Asfeni
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2406

Abstract

The School Children Immunization Month program aims to protect children against Immunization-Preventable Diseases until school age. In percentage terms, BIAS achievement is far from the target, with the highest immunization coverage of only around 18% Measless Rubella, and the lowest 6.3% Diphterie Tetanus 2. Sidomulyo Community Health Center and it was the lowest coverage in the city. The success of the BIAS program policy implementation is influenced by various interrelated factors. This study aims to analyze the implementation of the School Children Immunization Month Program at the Sidomulyo Community Health Center in Pekanbaru City in 2025. This qualitative study was conducted in July 2025 with 14 informants. Research variables include communication, resources, implementer attitudes, bureaucratic structure, environment, and policy standards and targets. The results show that communication is not optimal even though the program is running, good technical implementation is supported by adequate facilities and professional staff, and the attitudes of officers influence parental trust. The program involves the Community Health Center, Health Office, Education Office, schools, and community leaders, but participation is still low due to religious, social, cultural, and hoax factors. Despite clear SOPs, vaccination targets have not been achieved for the past three years. It is recommended to improve interactive communication strategies, strengthen education and cross-sector coordination, and map areas for evaluation and improvement of program implementation.
Optimalisasi Pelaporan Digital ASIK Hipertensi di Puskesmas Rokan IV Koto 1 Kabupaten Rokan Hulu Rosmita Rosmita; Kiswanto Kiswanto; Septien Asmarwiati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.52692

Abstract

Pelaporan digital melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) merupakan komponen penting dalam pemantauan program pengendalian hipertensi di Puskesmas. Namun, pelaksanaannya di Puskesmas Rokan IV Koto 1 masih belum optimal akibat keterbatasan SDM, sarana teknologi, serta ketidakteraturan input data. Kegiatan residensi ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan, menganalisis penyebab, dan merumuskan upaya optimalisasi pelaporan digital ASIK untuk program hipertensi. Penelitian dilakukan menggunakan desain deskriptif kualitatif pada Agustus–November 2025 di Puskesmas Rokan IV Koto 1. Informan terdiri dari kepala puskesmas, penanggung jawab program PTM, petugas ASIK, dan tenaga kesehatan terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Validitas dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis dilakukan secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa kendala utama pelaporan adalah keterbatasan kompetensi petugas, beban kerja tinggi, gangguan jaringan internet, tidak adanya petugas data khusus, serta belum optimalnya supervisi internal. Intervensi yang disusun meliputi pelatihan penggunaan ASIK, perbaikan alur kerja pelaporan, penambahan perangkat pendukung, serta penguatan monitoring oleh pimpinan puskesmas. Kesimpulannya, optimalisasi penggunaan ASIK dapat meningkatkan ketepatan, kelengkapan, dan ketepatan waktu pelaporan hipertensi, sehingga mendukung pengambilan keputusan program PTM di tingkat puskesmas dan kabupaten
Analisis Implementasi Program Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode IVA Di Puskesmas Rokan IV Koto I Kabupaten Rokan Hulu Rosmita Rosmita; Hetty Ismainar; Kiswanto Kiswanto; Lita Lita; Bambang Triono
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.238

Abstract

Kanker serviks masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat meskipun program deteksi dini melalui metode IVA telah tersedia. Di Puskesmas Rokan IV Koto I, cakupan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada tahun 2025 masih sangat rendah, yaitu sebesar 0,9% dan belum mencapai target nasional sebesar 100%. Penelitian ini menggunakan model pendekatan George C. Edward III dan model implementasi Van Meter dan Van Horn. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Puskesmas Rokan IV Koto I Kabupaten Rokan Hulu tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan sebanyak 20 orang. Triangulasi digunakan pada sumber, metode, dan data. Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanaan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode IVA telah dilaksanakan sesuai dengan Permenkes Nomor 29 Tahun 2017 melalui komunikasi berjenjang dari dinas kesehatan hingga masyarakat, didukung oleh sumber daya manusia, sarana prasarana, serta pendanaan dari BLUD. Pelaksana program memiliki sikap positif dengan koordinasi yang berjalan melalui struktur birokrasi yang jelas. Pelaksanaan program masih terkendala kebijakan daerah, keterbatasan pelatihan bidan dan kader, cakupan pemeriksaan rendah (0,9%), serta faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang menurunkan partisipasi wanita usia subur. Strategi utama yang disarankan adalah community engagement, melakukan upaya kolaboratif dengan pendekatan pentahelix serta adanya kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA.
Analisis Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis Di Puskesmas Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2026 Vidia Putri Maharani; Hetty Ismainar; Kiswanto Kiswanto; Jasrida Yunita; M Dedi Widodo; Anusirman Anusirman
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.383

Abstract

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan, namun realisasinya baru mencapai 40%. Rendahnya partisipasi ini mengindikasikan adanya hambatan pada aspek komunikasi, informasi, serta kesenjangan antara tujuan program dengan implementasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program CKG di Puskesmas dengan fokus pada faktor sumber daya, komunikasi, disposisi pelaksana, struktur birokrasi, serta pengaruh lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap Informan Utama (pengelola program/nakes) dan Informan Pendukung (Lurah, tokoh masyarakat, pasien). Teknik analisis data meliputi coding tematik, axial coding, selective coding, serta triangulasi sumber data untuk validitas hasil. Temuan menunjukkan adanya krisis kuantitas SDM yang menyebabkan beban kerja ganda (double job) dan burnout petugas. Secara infrastruktur, terjadi defisit ruang privat dan instabilitas stok logistik medis. Komunikasi masih bersifat tradisional dengan ketergantungan tinggi pada peran kader. Hambatan birokrasi terletak pada inefisiensi pelaporan digital, sementara hambatan lingkungan mencakup biaya transportasi bagi warga miskin serta dukungan politik yang masih bersifat administratif-simbolis. Puskesmas perlu melakukan analisis beban kerja untuk penambahan tenaga, menyediakan ruang pemeriksaan khusus, dan diversifikasi media sosialisasi digital. Pemerintah daerah disarankan menyederhanakan sistem pelaporan (satu meja) serta memberikan dukungan anggaran operasional lapangan yang riil guna menekan hambatan biaya akses bagi masyarakat.