Mitigasi risiko kebakaran pada bangunan bertingkat dengan akses evakuasi terbatas menjadi perhatian penting dalam penerapan K3, terutama pada Laboratorium Medis dan Klinik Utama Pramita Pekanbaru yang beroperasi di gedung ruko tiga lantai dengan satu-satunya pintu keluar tanpa pintu darurat. Kegiatan residensi ini bertujuan mengidentifikasi risiko keselamatan, menganalisis dampak ketiadaan pintu darurat, serta menyusun strategi mitigasi dan evakuasi yang aman dan sesuai kondisi bangunan. Desain studi deskriptif kualitatif berbasis analisis risiko, penelitian dilaksanakan pada 11–28 November 2024 melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, melibatkan Koordinator Laboratorium sebagai informan kunci serta staf laboratorium sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan Fishbone Analysis untuk menelusuri akar masalah dan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil menunjukkan bahwa gedung memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi akibat keterbatasan jalur evakuasi, minimnya fasilitas K3, tidak tersedianya SOP evakuasi, serta rendahnya pemahaman staf terhadap prosedur darurat. Kondisi tersebut diperparah oleh belum adanya tim K3, keterbatasan anggaran, dan ruang sirkulasi yang sempit. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselamatan dapat dicapai melalui pembentukan tim K3 cabang, penyusunan SOP evakuasi, pengadaan sarana proteksi kebakaran, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi evakuasi secara berkala.
Copyrights © 2026