p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Ilham Kurniawan
Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Perencanaan (K3) Melalui Pembentukan Tim dan HIRADC di Laboratorium Klinik X Endang Budianingsih; Herniwanti Herniwanti; Ilham Kurniawan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k4ync116

Abstract

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2025 merupakan pembaruan komprehensif yang memperkuat struktur, tugas, pelaporan, dan pengawasan P2K3 dengan menyesuaikan perkembangan regulasi dan teknologi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam setiap lingkungan kerja di dunia sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan dan gangguan kesehatan akibat pekerjaan. Kegiatan ini bertujuan untuk merencanakan pembentukan Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menerapkan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis risiko dengan pendekatan USG dan Fishbone Analysis. Hasil kegiatan ini menunjukkan masih terdapat kekurangan pada aspek sumber daya manusia, standar operasional prosedur (SOP), pengawasan, sarana, serta keterbatasan anggaran yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan paparan bahaya kerja. Kesimpulan: pembentukan Tim K3 dan metode HIRADC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan kerja, efektivitas operasional, serta kualitas layanan di Laboratorium Klinik X di Pekanbaru. Rekomendasi disampaikan untuk pelatihan berkala dan penguatan sistem dokumentasi prosedur K3. Efektivitas penerapan HIRADC sangat bergantung pada keberadaan Tim K3 yang akan dibentuk, yang memiliki struktur organisasi dengan pembagian tugas yang jelas, kemampuan teknis yang baik, serta koordinasi yang solid antar anggota.
Peningkatan Kesiapsiagaan Evakuasi Darurat pada Gedung Laboratorium Medis dan Klinik Utama Pramita dengan Satu Jalur Keluar Melynda Elka Putri; Lita Lita; Ilham Kurniawan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zgqykv02

Abstract

Mitigasi risiko kebakaran pada bangunan bertingkat dengan akses evakuasi terbatas menjadi perhatian penting dalam penerapan K3, terutama pada Laboratorium Medis dan Klinik Utama Pramita Pekanbaru yang beroperasi di gedung ruko tiga lantai dengan satu-satunya pintu keluar tanpa pintu darurat. Kegiatan residensi ini bertujuan mengidentifikasi risiko keselamatan, menganalisis dampak ketiadaan pintu darurat, serta menyusun strategi mitigasi dan evakuasi yang aman dan sesuai kondisi bangunan. Desain studi deskriptif kualitatif berbasis analisis risiko, penelitian dilaksanakan pada 11–28 November 2024 melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, melibatkan Koordinator Laboratorium sebagai informan kunci serta staf laboratorium sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan Fishbone Analysis untuk menelusuri akar masalah dan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil menunjukkan bahwa gedung memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi akibat keterbatasan jalur evakuasi, minimnya fasilitas K3, tidak tersedianya SOP evakuasi, serta rendahnya pemahaman staf terhadap prosedur darurat. Kondisi tersebut diperparah oleh belum adanya tim K3, keterbatasan anggaran, dan ruang sirkulasi yang sempit. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselamatan dapat dicapai melalui pembentukan tim K3 cabang, penyusunan SOP evakuasi, pengadaan sarana proteksi kebakaran, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi evakuasi secara berkala.  
Penerapan Manajemen Risiko Berbasis ISO 14971 pada Unit Elektromedis di Laboratorium Klinik X Fauziah Arshinta; Ahmad Satria Efendi; Ilham Kurniawan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/t1zkym63

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sistem manajemen risiko elektromedis melalui implementasi ISO 14971 di Laboratorium Klinik X Pekanbaru. Ruang elektromedis memiliki peran strategis dalam menjamin keselamatan pasien dan tenaga kesehatan karena berkaitan langsung dengan penggunaan peralatan medis berbasis listrik yang berisiko tinggi. Namun, penerapan manajemen risiko pada unit elektromedis masih belum optimal sehingga berpotensi meningkatkan risiko operasional dan gangguan mutu pelayanan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 13–30 Oktober 2025 melalui observasi lapangan, wawancara dengan koordinator elektromedis, teknisi elektromedis, staf laboratorium, dan petugas K3, serta telaah dokumen pendukung seperti SOP, laporan kalibrasi, dan catatan pemeliharaan alat. Implementasi kegiatan meliputi identifikasi risiko peralatan elektromedis berbasis ISO 14971, penyusunan form risk assessment, penguatan SOP manajemen risiko, serta edukasi dan pelatihan teknisi terkait identifikasi dan pengendalian risiko alat elektromedis. Analisis prioritas masalah dilakukan menggunakan metode fishbone dan USG untuk menentukan risiko utama yang memerlukan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko berbasis ISO 14971 mampu meningkatkan pemahaman teknisi mengenai identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, memperkuat dokumentasi risk assessment, serta mendorong pemantauan risiko yang lebih sistematis pada unit elektromedis. Kegiatan ini menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko elektromedis secara terstruktur penting untuk meningkatkan keselamatan kerja, keandalan alat elektromedis, dan mutu pelayanan laboratorium klinik.