RSUD Arifin Achmad memiliki akun Facebook, Instagram, Tiktok dan website dengan jumlah pengikut per oktober 2025 pada facebook 7500 orang, intagram 6022 orang, tiktok 2582 orang yang mana jumlah postingan sudah banyak namun engagement audiens belum maksimal di akun media sosial tersebut. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik konten promosi kesehatan, mengukur tingkat engagement publik, menganalisis faktor penentu keberhasilan interaksi digital, serta merumuskan strategi pengembangan konten yang relevan. Desain kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan kerangka Problem Solving Cycle. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap staf Humas/PKRS dan kontributor medis, observasi aktivitas digital pada platform Instagram, Facebook, dan TikTok, serta analisis dokumen internal seperti SOP, laporan media sosial, dan kalender konten. Validitas data diperkuat melalui triangulasi, member checking, dan audit trail. Hasil menunjukkan bahwa engagement publik masih fluktuatif akibat keterbatasan SDM pengelola, belum adanya SOP baku, kualitas visual yang tidak konsisten, minimnya segmentasi audiens, kurang optimalnya pemanfaatan format konten viral, serta evaluasi kinerja digital yang belum sistematis. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya penguatan kapasitas SDM, standarisasi alur kerja, peningkatan kualitas konten visual, penggunaan strategi komunikasi berbasis teori, serta analitik digital untuk optimalisasi kinerja engagement. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi branding digital rumah sakit yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026