Masalah wasting pada anak sekolah dasar masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang serius dan berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Data penjaringan kesehatan anak sekolah di Kota Pekanbaru menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan prevalensi wasting pada periode 2023–2025 yang belum diimbangi dengan tindak lanjut program yang optimal. Penelitian residensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan prevalensi wasting pada anak sekolah dasar berdasarkan data Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah (PKAS) di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru serta menganalisis permasalahan dan alternatif pemecahannya. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pemanfaatan data sekunder laporan PKAS dari 21 Puskesmas dan data primer melalui observasi serta wawancara mendalam dengan penanggung jawab program UKS. Penentuan prioritas masalah dilakukan menggunakan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG), sedangkan analisis akar penyebab menggunakan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi wasting pada anak sekolah dasar mengalami peningkatan, terutama dipengaruhi oleh lemahnya tindak lanjut hasil penjaringan, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan data, serta belum adanya standar operasional prosedur penanganan wasting berbasis sekolah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan wasting pada anak sekolah dasar memerlukan penguatan sistem UKS, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan guru, serta pemanfaatan data skrining secara berkelanjutan sebagai dasar intervensi gizi yang terintegrasi.
Copyrights © 2026