Spons pencuci piring merupakan alat yang sering digunakan untuk membersihkan peralatan makan dan berpotensi menjadi reservoir bakteri patogen, termasuk Escherichia coli. Lama penggunaan serta kondisi pembersihan dan penyimpanan spons yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Sampel yang digunakan terdiri atas tiga perlakuan, yaitu spons yang dicuci dan dikeringkan, dicuci tetapi tidak dikeringkan, serta tidak dicuci dan tidak dikeringkan. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Eosin Methylene Blue (EMB), dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia IMViC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan E. Coli pada spons pencuci piring berdasarkan variasi perlakuan setelah penggunaan di warung makan Tegal (warteg). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada media EMB, E. Coli terdeteksi pada hari ke-3 sampel A1, B1, dan C1; pada hari ke-6 sampel A1 dan A3; serta pada hari ke-9 sampel A1, B1, B3, dan C1. Pada hari ke-12 tidak ditemukan pertumbuhan E. Coli. Uji IMViC menunjukkan seluruh sampel memiliki pola (+ + − −) yang mengkonfirmasi keberadaan E. Coli. Temuan ini dapat menegaskan bahwa spons pencuci piring berpotensi menjadi sumber kontaminasi silang dan E. Coli dapat terdeteksi sejak awal penggunaan. Pengurangan terhadap risiko kontaminasi E. Coli pada spons disarankan agar spons dicuci dan dikeringkan setelah digunakan serta diganti secara berkala minimal satu minggu sekali.
Copyrights © 2026