Umi Nihayatul Khusna
Politeknik Mitra Karya Mandiri Brebes

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontaminasi Escherichia coli pada Spons Pencuci Piring Warung Makan Tegal (Warteg) di Desa Saditan Berdasarkan Durasi Pemakaian Didit Dana Pribadi; Umi Nihayatul Khusna
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pbwrkr28

Abstract

Spons pencuci piring merupakan alat yang sering digunakan untuk membersihkan peralatan makan dan berpotensi menjadi reservoir bakteri patogen, termasuk Escherichia coli. Lama penggunaan serta kondisi pembersihan dan penyimpanan spons yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Sampel yang digunakan terdiri atas tiga perlakuan, yaitu spons yang dicuci dan dikeringkan, dicuci tetapi tidak dikeringkan, serta tidak dicuci dan tidak dikeringkan. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Eosin Methylene Blue (EMB), dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia IMViC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan E. Coli pada spons pencuci piring berdasarkan variasi perlakuan setelah penggunaan di warung makan Tegal (warteg). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada media EMB, E. Coli terdeteksi pada hari ke-3 sampel A1, B1, dan C1; pada hari ke-6 sampel A1 dan A3; serta pada hari ke-9 sampel A1, B1, B3, dan C1. Pada hari ke-12 tidak ditemukan pertumbuhan E. Coli. Uji IMViC menunjukkan seluruh sampel memiliki pola (+ + − −) yang mengkonfirmasi keberadaan E. Coli. Temuan ini dapat menegaskan bahwa spons pencuci piring berpotensi menjadi sumber kontaminasi silang dan E. Coli dapat terdeteksi sejak awal penggunaan. Pengurangan terhadap risiko  kontaminasi E. Coli pada spons disarankan agar spons dicuci dan dikeringkan setelah digunakan serta diganti secara berkala minimal satu minggu sekali.
Analisis Pertumbuhan Dan Pola Hemolisis Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Darah Kambing Jawa Dan Agar Darah Domba Nur Intan Raodlotul Janah; Umi Nihayatul Khusna
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1048

Abstract

Blood agar merupakan media kultur mikrobiologi yang digunakan untuk mengamati pertumbuhan serta pola hemolisis bakteri, khususnya Staphylococcus aureus. Media ini umumnya menggunakan darah domba karena mampu menunjukkan pola hemolisis dengan jelas. Namun, keterbatasan ketersediaan dan tingginya biaya di Indonesia menjadi kendala dalam penggunaannya. Oleh karena itu, darah kambing Jawa berpotensi digunakan sebagai alternatif karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia, mudah diperoleh, serta lebih ekonomis. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan dua perlakuan dan tiga kali pengulangan. Tahapan meliputi defibrinasi darah, pembuatan media, inokulasi Staphylococcus aureus (ATCC 25923), serta pengamatan morfologi koloni, jumlah koloni, pola hemolisis, dan diameter zona hemolisis. Hasil menunjukkan morfologi koloni seragam (circular, tepi entire, elevasi convex) dan 100% isolat menghasilkan hemolisis β pada kedua media. Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,487 pada jumlah koloni dan 0,637 pada diameter zona hemolisis (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua media. Dengan demikian, darah kambing Jawa memiliki kemampuan sebanding dengan darah domba dalam mendukung pertumbuhan dan aktivitas hemolisis S. aureus, sehingga berpotensi sebagai alternatif media blood agar yang lebih ekonomis.