Fatigue merupakan gejala paling umum pada pasien hemodialisis, dengan prevalensi 60–97%, dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Rendahnya kemampuan self care menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan self care pasien hemodialisa dalam mengatasi fatigue melalui edukasi terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada 6 April 2026 di Unit Hemodialisa RS-BLUD Kota Tanjungpinang dengan melibatkan 30 pasien hemodialisa rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan/ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi langsung teknik manajemen fatigue, serta pemberian booklet panduan self care. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen FACIT Version-4 dan Self-Care of Chronic Illness Inventory (SC-CII). Hasil menunjukkan penurunan bermakna tingkat fatigue, dari 90,0% peserta yang mengalami fatigue sedang–berat sebelum intervensi menjadi 53,3% setelahnya. Kemandirian penuh dalam self care meningkat dari 13,3% menjadi 60,0%, sementara ketergantungan penuh berkurang dari 43,3% menjadi 6,7%. Saran pendekatan non-farmakologis berbasis edukasi merupakan strategi yang efektif dan perlu diintegrasikan ke dalam standar asuhan keperawatan hemodialisis.
Copyrights © 2026