Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kurangnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka serta implikasinya terhadap motivasi belajar siswa Sekolah Dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 101774 Sampali dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi non-partisipan dan wawancara mendalam kepada wali kelas IV, Desty Pratama Azari, S.Pd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi, penerapannya masih sangat terbatas akibat beban administrasi, keterbatasan waktu, dan tuntutan target kurikulum yang seragam. Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya motivasi belajar siswa, tercermin dari perilaku pasif seperti melamun dan coret-coret buku, hingga perilaku aktif seperti mengobrol dan mengganggu teman. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menegaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan motivasi belajar secara signifikan ketika diterapkan secara konsisten dan terencana.
Copyrights © 2026