Penelitian ini menganalisis peran stereotip sosial sebagai hambatan dalam hubungan antar golongan. Hubungan antar golongan penting bagi keharmonisan sosial, namun sering terganggu oleh prasangka dan diskriminasi. Stereotip menyederhanakan penilaian terhadap kelompok lain dan dapat berkembang menjadi sikap negatif serta perilaku diskriminatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan stereotip terbentuk dari pengalaman terbatas, lingkungan, dan media, serta diperkuat oleh pembagian in-group dan out-group. Dampaknya adalah jarak sosial dan rendahnya kepercayaan. Upaya pengurangan stereotip diperlukan melalui interaksi inklusif dan pendidikan multikultural.
Copyrights © 2026