Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemberdayaan Gender Pada Tokoh Adat Untuk Mendukung Peran Perempuan Dalam Pembangunan Desa Hadriana Marhaeni Munthe; Bisru Hafi
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 1, No 2 (2018): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Desember
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.45 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v1i2.14

Abstract

In the Pakpak Batak community which adheres to a patriarchal culture system shows that gender reality has the potential to bring up various issues of gender inequality that have the potential to harm women's lives in the aspects of education, health, development and politics. The construction of a patriarchal culture that is not friendly to women is presented by traditional decisions which tend to be impartial to women through the authority of traditional leaders in traditional institutions. These traditional leaders in power in traditional institutions place men as traditional decision makers who often determine the social order of the people in this village. Considering the power of influence of traditional leaders whose majority of men determine the course of community order, including village development, a strategy is needed as a solution to anticipate gender gaps or inequalities that harm women. In this case, service is needed, namely gender empowerment to develop understanding of gender awareness and gender equality in traditional leaders. This is because up to now the conceptualization of the values of gender awareness and gender equality has not touched the territory of the traditional leaders in power in the traditional institutions in this village. It is hoped that after carrying out gender empowerment through service there will be a gender transformation, namely a change in mindset or views of traditional leaders who are gender-biased into gender awareness. 
Pernikahan Dini Dan Kerentanan Rumah Tangga (Studi Kasus Di Desa Ujung Kubu Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara) FIka Zulfarina; Badaruddin; Hadriana Marhaeini Munthe; Sismudjito; Bisru Hafi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5007

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pernikahan dini terhadap tingkat perceraian, dan masalah remaja yang menikah dini setelah memutuskan untuk bercerai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dilakukan di Desa Ujung Kubu, Kabupaten Batu Bara. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Uji keabsahan digunakan confirmability, tranfebility, defendability. Hasil penelitian menunjukkan; 1) pernikahan dini meningkatkan angka perceraian karena; ketidaksiapan mental, belum sanggup menafkahi keluarga, belum memiliki pekerjaan tetap, bergantung pada orangtua, pemikiran masih labil, perselingkuhan, belum memiliki batasan tegas pada nilai/norma dalam berinteraksi diluar rumah. 2) Masalah yang dialami setelah bercerai diantaranya; menjadi topik pembicaraan masyarakat karna status janda/duda diumur yang masih muda, putusnya hubungan silaturahmi antar keluarga mantan suami/istri. Kesimpulannya bahwa menikah dini memberikan dampak negatif bagi remaja dan menyumbang angka perceraian. Kata kunci: pernikahan dini, perceraian, desa ujung kubu
Edukasi Pengelolaan Limbah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam Menciptakan Lingkungan Bersih di MTTS Ex Univa Fadilla Nuraini Nazla; Jihan Mahirah Nasution; Aurellia Shaula; Agnes Putri Sembiring; Kasih Monica Saragih; Bisru Hafi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8339

Abstract

Permasalahan rendahnya kesadaran siswa dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik yang sulit terurai, menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbatasnya pemahaman siswa terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini . Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap pengelolaan limbah melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman di MTSS EX-PGA UNIVA Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, pemutaran video kerajinan dari bahan bekas, serta diskusi dan tanya jawab yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan 20 siswa dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung untuk mengetahui tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme siswa terhadap pengelolaan sampah. Siswa mulai mampu mengidentifikasi jenis-jenis sampah serta memahami konsep pemanfaatan kembali limbah anorganik menjadi produk bernilai guna melalui proses daur ulang . Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kreativitas siswa dalam mengolah sampah menjadi kerajinan sederhana yang bermanfaat. Partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan efektif dalam meningkatkan daya tarik dan pemahaman materi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi berbasis 3R efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku peduli lingkungan siswa. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam pembentukan karakter serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Tanggung Jawab Sosial dan Tantangan Multikulturalisme di Era Modern Sri Anisha Devi; Syabilah Sasmika Sari; Naya Nalamonda; Fitrah Fatahillah; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.595

Abstract

ABSTRACT The modern era has created increasingly diverse societies through globalization, migration, technological advancement, and rapid cultural interaction. While diversity provides opportunities for innovation, cooperation, and cultural enrichment, it also creates challenges such as intolerance, stereotypes, discrimination, and social conflict. Therefore, social responsibility is essential in maintaining harmony within multicultural communities. This study aims to analyze forms of social responsibility and identify the challenges of multiculturalism in the modern era. The research employed a qualitative descriptive method using interviews, observation, and case study approaches. Five participants from different ethnic and professional backgrounds were selected as informants. The findings show that social responsibility is reflected through tolerance, mutual cooperation, empathy, respect for differences, and participation in social activities. However, significant challenges remain, including prejudice, hate speech on social media, economic inequality, and declining communal values in urban life. The study concludes that strengthening multicultural education, promoting digital literacy, and encouraging inclusive participation are necessary to create social cohesion and sustainable harmony in multicultural societies.
Generasi Z di Era Media Sosial: Dinamika Multikulturalisme dalam Praktik Toleransi dan Intoleransi Dewi Priscilya Damanik; Naila Br Tarigan; Veronika Florin Tumanggor; Emilda Riana Purba; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.597

Abstract

Media sosial telah menjadi kekuatan yang sangat berpengaruh dalam membentuk sikap dan interaksi sosial Generasi Z, khususnya dalam konteks masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis dinamika toleransi pada Generasi Z melalui studi literatur yang mensintesis temuan dari berbagai karya ilmiah dan laporan empiris yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, media sosial menjadi sarana penyebaran nilai-nilai toleransi, meningkatkan kesadaran akan keberagman, serta mendorong interaksi lintas budaya. Namun di sisi lain, arus informasi yan tidak terkontrol dalam ligkungan digital memfasilitasi penyebaran misinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi ideologis yang dapat memperkuat sikap eksklusif. Meskipun berbagai temuan menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung terbuka terhadap keberagaman, praktik ekslusivitas sosial dan keagamaan masih ditemukan dalam beberapa konteks. Pola tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti literasi digital, latar belakang pendidikan, serta lingkungan sosial budaya. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literas digital, pendidikan inklusif, serta kemampuan berpikir kritis sebagai strategi untuk mengoptimalkan dampak positif media sosial. Upaya tersebut menjadi kunci dalam menumbuhkan sikap toleransi dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyrakat yang semakin beragam.
Multikulturalisme dan Adaptasi Sosial: Analisis Interaksi Mahasiswa dalam Lingkungan Akademik Junita Junita; Cyrila Aryanti Br Sembiring; Gita Renata Br Karo; Alisyah Najla Butar Butar; Bisru Hafi; Daniel Marcelino S Purba
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.602

Abstract

Multikulturalisme merupakan realitas sosial yang tidak terpisahkan dari kehidupan di lingkungan akademik, khususnya dalam interaksi antar mahasiswa yang berasal dari latar belakang budaya, suku, agama, dan bahasa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara multikulturalisme dan adaptasi sosial dalam membentuk pola interaksi mahasiswa di lingkungan akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi terhadap dinamika sosial mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi sosial berperan sebagai mekanisme penting dalam menjembatani perbedaan budaya, sehingga mendorong terciptanya interaksi yang harmonis, toleran, dan inklusif. Nilai-nilai multikulturalisme seperti saling menghargai, keterbukaan, dan kesetaraan menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan proses adaptasi tersebut. Namun, masih ditemukan hambatan berupa stereotip, prasangka, serta kurangnya pemahaman lintas budaya yang dapat memicu potensi konflik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan multikultural dan peran institusi akademik dalam menciptakan ruang interaksi yang kondusif bagi mahasiswa agar tercapai kehidupan akademik yang harmonis dan berkeadilan.
Pemaknaan Nilai Multikulturalisme dan Toleransi di Kalangan Mahasiswa Berlatar Belakang Budaya Berbeda Venina Banurea; Roly Natalia Situmorang; Jelita Rosmawati Hutauruk; Talitha Kirana Azzurra; Zalza Zwi Azzurriyah; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.630

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pemahaman mengenai nilai-nilai multikulturalisme dantoleransi di antara mahasiswa dengan latar belakang budaya yang beragam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode tinjauan pustaka melalui analisis sejumlah buku, jurnal, dan artikel akademik yang relevan. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memandang multikulturalisme sebagai sikap yang menghargai, menerima, serta menghormati perbedaan budaya, sedangkan toleransi dianggap sebagai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan damai tanpa adanyadiskriminasi. Pemahaman ini terbentuk melalui interaksi sosial, pengalaman pendidikan, dan lingkungankampus yang beragam secara budaya. Nilai multikulturalisme dan toleransi sangat penting untuk menciptakan suasana kampus yang inklusif, demokratis, dan harmonis. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi memiliki posisi krusial dalam menanamkan nilai-nilai ini untuk membentuk mahasiswa yang berperilaku toleran, memahami kebangsaan, dan siap beradaptasi dalam masyarakat yang beragam.
Polarisasi Sosial Era Digital: Peran Buzzer Politik dalam Merusak Hubungan Antarkelompok Fauza Syahiban; Awi Febrian; Nadira Syifa Qanita; Ipan Stumetru Tanjung; Naila Annisa Siregar; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.651

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena buzzer politik sebagai aktor utama dalam merekayasa wacana publik dan dampaknya terhadap kohesi masyarakat majemuk. Masih terbatas studi yang menaruh perhatian pada mekanisme sosiologis spesifik tentang bagaimana narasi yang direkayasa oleh buzzer merusak hubungan antarkelompok di tingkat akar rumput di luar masa pemilihan umum. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menyintesis mekanisme operasional buzzer politik dan menganalisis implikasi sosiologisnya terhadap kohesi komunal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membedah strategi operasional buzzer dan menganalisis implikasinya terhadap polarisasi sosial menggunakan kerangka Teori Identitas Sosial.Melalui metodologi tinjauan pustaka sistematis terhadap sumber-sumber akademik kontemporer, studi ini menemukan bahwa strategi manipulasi algoritmik dan disinformasi berbasis sentimen primordial sengaja dieksploitasi untuk memicu permusuhan antara kelompok pro dan kontra. Temuan utama mengonfirmasi bahwa intervensi destruktif ini tidak hanya mengikis spektrum moderat dalam opini publik, tetapi juga secara fatal mengoyak ikatan rasa saling percaya lintas komunitas di dunia nyata. Kesimpulan membuktikan bahwa buzzer politik merupakan ancaman langsung terhadap integritas demokrasi dan ketahanan sosial. Kebaruan artikel ini terletak pada sintesis sosiologisnya yang memetakan transmisi konflik dari ruang gema digital (digital echo chambers) menjadi gesekan di dunia nyata. Direkomendasikan untuk mengintegrasikan kurikulum literasi digital yang terstruktur dan mereformasi tata kelola platform media sosial guna melindungi masyarakat dari segregasi budaya yang berkelanjutan
Si Dua Jambar dan Paradoks Multikulturalisme: Pengakuan Historis dan Eksklusi Gender dalam Masyarakat Batak Carolin Sani M. Simarmata; Jack Totty Sanjaya Manik; Raisah Melati Putri; Steffanie Sihombing; Steven Paulus Tampubolon; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.653

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep Si Dua Jambar melalui figur Namboru Nantinjo dalam masyarakat Batak Toba serta transformasi maknanya dalam konteks modernitas. Secara historis, sosok Nantinjo merupakan bukti pengakuan budaya Batak terhadap variasi gender yang melampaui dikotomi laki-laki dan perempuan. Namun, seiring perkembangan zaman, identitas tersebut mengalami stigmatisasi dan dianggap tabu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara mendalam dengan dua orang informan untuk memahami proses pergeseran pemaknaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks multikulturalisme: masyarakat tetap menghormati tokoh leluhur secara ritual, namun menolak realitas identitas gender yang diwakilinya dalam kehidupan sosial. Pergeseran dari inklusivitas menuju eksklusi ini dipengaruhi oleh dominasi doktrin agama, penguatan norma sosial heteronormatif, dan arus globalisasi yang menyempitkan pandangan terhadap keberagaman gender. Fenomena ini mengindikasikan adanya amnesia historis terhadap nilai-nilai inklusif yang sebenarnya telah mengakar dalam struktur budaya Batak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengakuan historis terhadap figur seperti Nantinjo belum menjamin keadilan gender di masa kini, melainkan justru melahirkan eksklusi yang kontradiktif dalam bingkai multikulturalisme.
Perspektif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara Terhadap Isu Intoleransi di Media Sosial Dwi Dara Sonya Gracia Gracia; Nurul Islamidiyah; Jesica Sihotang; Laura Natalie Br. Tarigan; Sarah Syafika Siregar; Examy Aurora Siregar; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.672

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah pengguna media sosial dan memudahkan interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif mahasiswa terhadap isu intoleransi di media sosial di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menilai intoleransi di media sosial sebagai permasalahan serius yang harus diperhatikan. Hal ini dapat dilihat dari maraknya komentar negatif, penyebaran hoax, serta perdebatan yang berujung konflik. Karena itu, Mahasiswa sebagai generasi muda yang aktif menggunakan media social harus memiliki pandangan penting dalam menyebarkan nilai toleransi agar tercipta ruang digital yang aman, damai, dan menghargai keberagaman.
Co-Authors 105120100111001, RAHMAN MALIK Adiba Deeandra Agnes Putri Sembiring Aisyah Simanullang Alisyah Najla Butar Butar Alya Saphira Zufa Aura Dwi Kanti Aurellia Shaula Awi Febrian Badaruddin & Humaizi Badaruddin & Humaizi Carolin Sani M. Simarmata Cyrila Aryanti Br Sembiring Dafina Nabila Nasution Daniel Marcelino S Purba Dewi Priscilya Damanik Dwi Dara Sonya G. Pakpahan Dwi Dara Sonya Gracia Gracia Emilda Riana Purba Evelyn Christy Sidabalok Examy Aurora Siregar Fadilla Nuraini Nazla Fahmi Anshori Fathia Rizaqna Fauza Syahiban FIka Zulfarina Fitrah Fatahillah Gita Renata Br Karo Hadriana Marhaeni Munthe Hezekiel Marudut Tua Lumbantobing Ipan Stumetru Tanjung Jack Totty Sanjaya Manik Jelita Rosmawati Hutauruk Jesica Sihotang Jihan Mahirah Nasution John Moses Sintong Sinaga Junita Junita Kasih Monica Saragih Kevin Christian Tarihoran Khalisha Zhafira Laura Natalie Br. Tarigan Laura Natalie Br.Tarigan Liberke Sinulingga Luna Claudya br Purba M. Rifqi Athariq Maria Fatricia Naainggolan Mutiara Azzahra Nabira Arafah Nadira Syifa Qanita Naila Annisa Siregar Naila Br Tarigan Naiya Rinaldi Putri Naya Nalamonda Nazwa Dhisa Aulia Nazwa Ramadhaniar Rasyidi Nikita Mikayla Nurul Islamidiyah Putri Hanina Putri Khairina Putri Rahayu Rahmayanti Bintang Caniago Raisah Melati Putri Ratu Annisa Fitri Regina H.S Munthe Roly Natalia Situmorang Rumata Hotmauli Rumatal Rumatal Sarah Syafika Siregar Sismudjito . Siti Nasyrah Sri Anisha Devi Stefani Pia Benedigta Malau Steffanie Sihombing Steven Paulus Tampubolon Sudarwati, Lina Surahman Zalukhu Syabilah Sasmika Sari Talitha Kirana Azzurra Tio Agnes Br Sinaga Triana Margaretha Napitupulu Venina Banurea Veronika Florin Tumanggor Wahyu Arif Syahputra Zalza Zwi Azzurriyah Zoya Nova Amelia