Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Gender Pada Tokoh Adat Untuk Mendukung Peran Perempuan Dalam Pembangunan Desa Hadriana Marhaeni Munthe; Bisru Hafi
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 1, No 2 (2018): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Desember
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.45 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v1i2.14

Abstract

In the Pakpak Batak community which adheres to a patriarchal culture system shows that gender reality has the potential to bring up various issues of gender inequality that have the potential to harm women's lives in the aspects of education, health, development and politics. The construction of a patriarchal culture that is not friendly to women is presented by traditional decisions which tend to be impartial to women through the authority of traditional leaders in traditional institutions. These traditional leaders in power in traditional institutions place men as traditional decision makers who often determine the social order of the people in this village. Considering the power of influence of traditional leaders whose majority of men determine the course of community order, including village development, a strategy is needed as a solution to anticipate gender gaps or inequalities that harm women. In this case, service is needed, namely gender empowerment to develop understanding of gender awareness and gender equality in traditional leaders. This is because up to now the conceptualization of the values of gender awareness and gender equality has not touched the territory of the traditional leaders in power in the traditional institutions in this village. It is hoped that after carrying out gender empowerment through service there will be a gender transformation, namely a change in mindset or views of traditional leaders who are gender-biased into gender awareness. 
Pernikahan Dini Dan Kerentanan Rumah Tangga (Studi Kasus Di Desa Ujung Kubu Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara) FIka Zulfarina; Badaruddin; Hadriana Marhaeini Munthe; Sismudjito; Bisru Hafi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5007

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pernikahan dini terhadap tingkat perceraian, dan masalah remaja yang menikah dini setelah memutuskan untuk bercerai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dilakukan di Desa Ujung Kubu, Kabupaten Batu Bara. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Uji keabsahan digunakan confirmability, tranfebility, defendability. Hasil penelitian menunjukkan; 1) pernikahan dini meningkatkan angka perceraian karena; ketidaksiapan mental, belum sanggup menafkahi keluarga, belum memiliki pekerjaan tetap, bergantung pada orangtua, pemikiran masih labil, perselingkuhan, belum memiliki batasan tegas pada nilai/norma dalam berinteraksi diluar rumah. 2) Masalah yang dialami setelah bercerai diantaranya; menjadi topik pembicaraan masyarakat karna status janda/duda diumur yang masih muda, putusnya hubungan silaturahmi antar keluarga mantan suami/istri. Kesimpulannya bahwa menikah dini memberikan dampak negatif bagi remaja dan menyumbang angka perceraian. Kata kunci: pernikahan dini, perceraian, desa ujung kubu