Penelitian ini membahas prosesi pemakaman Mapui dalam agama Kaharingan pada masyarakat adat Dayak Ngaju di Tumbang Hakau, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi budaya. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi ilmiah, dan analisis berbagai penelitian mengenai ritual kematian Dayak Ngaju Kaharingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mapui merupakan bagian penting dalam rangkaian ritual kematian yang berkaitan dengan prosesi pembakaran tulang-belulang leluhur dalam upacara Tiwah. Ritual tersebut bertujuan mengantarkan roh menuju Lewu Tatau atau alam keabadian. Pelaksanaan ritual melibatkan tahap persiapan jenazah, pemakaman sementara, pengangkatan tulang-belulang, pembakaran tulang, penyimpanan abu Mapui, hingga penempatan dalam sandung. Setiap tahapan memiliki makna religius dan simbolik yang berkaitan dengan hubungan manusia, roh leluhur, dan Ranying Hatalla Langit sebagai Tuhan tertinggi dalam ajaran Kaharingan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Mapui tidak hanya memiliki fungsi spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat Dayak Ngaju di tengah perkembangan modernisasi.
Copyrights © 2026