Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan sampah organik di perkotaan, khususnya di Kota Padang, yang belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan masyarakat berbasis kemitraan melalui pendekatan MAGNET (Maggot, Green, Ekonomi Terpadu) dalam pengelolaan sampah organik di Kelurahan Bungus Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model MAGNET mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui budidaya maggot dan pemanfaatan produk turunannya. Selain itu, terbentuknya ekosistem kemitraan antar anggota FKMPLHI mendorong terciptanya rantai nilai ekonomi lokal yang berkelanjutan. Namun, implementasi model ini masih menghadapi kendala pada aspek regulasi, akses pasar, dan penguatan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah serta pengembangan kemitraan yang lebih luas guna menjamin keberlanjutan program.
Copyrights © 2026