Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah gizi dan memperkuat sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi MBG berdasarkan model Edward III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan menelaah 10 artikel ilmiah relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan tidak sistematis, menyebabkan disinformasi dan lemahnya koordinasi. Sumber daya anggaran besar namun kompetensi pelaksana dan infrastruktur tidak merata, menimbulkan kesenjangan antar daerah. Disposisi pelaksana positif tetapi terbebani oleh tugas tambahan tanpa pelatihan memadai. Struktur birokrasi belum memiliki SOP baku, koordinasi lintas sektor lemah, dan terjadi tumpang tindih kewenangan. Kesimpulannya, keberhasilan MBG memerlukan perbaikan menyeluruh pada sistem komunikasi, peningkatan kapasitas SDM, penyederhanaan birokrasi, serta penguatan koordinasi vertikal dan horizontal.
Copyrights © 2026