Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, ancaman, serta solusi strategis perdagangan internasional Indonesia di sektor elektronik, khususnya dalam menghadapi kebijakan kenaikan tarif pajak impor Amerika Serikat tahun 2025. Penelitian ini juga membandingkan posisi Indonesia dengan China sebagai eksportir utama elektronik dunia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data sekunder dari BPS, World Bank, dan laporan perdagangan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam sektor elektronik akibat meningkatnya permintaan global, diversifikasi rantai pasok, serta pergeseran produksi dari China. Namun, terdapat ancaman berupa ketergantungan pada impor komponen, keterbatasan teknologi, serta kebijakan proteksionisme seperti kenaikan tarif impor Amerika. Dibandingkan China, Indonesia masih tertinggal dalam skala produksi dan inovasi. Kebijakan tarif impor Amerika tahun 2025 berdampak pada menurunnya daya saing ekspor, meningkatnya biaya produksi, serta perubahan arus perdagangan global. Oleh karena itu, diperlukan strategi seperti penguatan industri dalam negeri, peningkatan teknologi, diversifikasi pasar, serta diplomasi perdagangan guna meningkatkan daya saing Indonesia.
Copyrights © 2026