Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam mendorong partisipasi Pasangan Usia Subur (PUS) dalam program KB melalui edukasi dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Puskesmas Air Tawar dalam upaya penguatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan reproduksi, khususnya dalam meningkatkan partisipasi PUS terhadap program KB. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan kajian literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang komprehensif dan pendampingan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Air Tawar berkontribusi signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku PUS terhadap penggunaan kontrasepsi. Penguatan kapasitas kader, penyuluhan berbasis komunitas, dan konseling individual menjadi strategi utama yang perlu dioptimalkan. Diperlukan sinergi antara Puskesmas, BKKBN, kader kesehatan, dan masyarakat untuk menekan angka unmet need KB dan mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas
Copyrights © 2026