Penggunaan huruf kapital dalam media sosial pada kalangan penutur muda menunjukkan adanya perubahan dari kaidah bahasa baku menuju praktik yang lebih kontekstual dan ekspresif. Fenomena ini dilatarbelakangi oleh karakteristik komunikasi digital yang menekankan kecepatan, keakraban, dan ekspresi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk variasi penggunaan huruf kapital serta fungsi pragmatis dan makna sosial yang menyertainya dalam komunikasi media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi dan analisis wacana terhadap data berupa potongan teks dari WhatsApp dan Instagram yang dianonimkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola utama penggunaan huruf kapital, yaitu kapital penuh, huruf kecil secara konsisten, dan kapitalisasi parsial. Ketiga bentuk tersebut memiliki fungsi pragmatis yang berbeda, seperti mengekspresikan emosi, menciptakan keakraban, serta memberikan penekanan makna. Selain itu, variasi kapitalisasi juga berfungsi sebagai penanda identitas sosial penutur dalam komunitas digital. Dengan demikian, penggunaan huruf kapital dalam media sosial tidak lagi semata-mata mengikuti kaidah baku, tetapi telah mengalami perluasan fungsi sebagai bagian dari praktik komunikasi digital yang dinamis. Meskipun demikian, penggunaan kaidah bahasa tetap diperlukan dalam konteks formal untuk menjaga kejelasan dan keteraturan komunikasi.
Copyrights © 2026