Proses transisi dari sekolah menengah menuju perguruan tinggi sering kali menjadi fase yang paling menantang bagi mahasiswa baru karena adanya perubahan signifikan pada aspek akademik, sosial, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transisi tersebut dengan fokus pada dinamika penyesuaian diri mahasiswa baru Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di awal masa perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui penyebaran kuesioner terbuka (open-ended questionnaire) berbasis Google Form kepada 15 mahasiswa semester awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyesuaian diri mahasiswa berjalan secara dinamis. Pada dimensi akademik, mahasiswa menunjukkan kesiapan yang sangat tinggi dalam menginternalisasi kemandirian belajar (andragogi). Sebaliknya, pada dimensi sosial dan emosional, mahasiswa menghadapi hambatan pelik berupa kecemasan sosial, homesickness, dan kesulitan manajemen waktu. Meski begitu, sebagai calon konselor, mahasiswa prodi BKPI memiliki kemampuan refleksi diri yang baik untuk menerapkan dasar regulasi emosi secara mandiri, sehingga tetap optimis menyelesaikan studi. Keberhasilan transisi ini juga didukung kuat oleh support system kampus berupa integrasi nilai keislaman, bimbingan dosen penasihat akademik, dan dukungan teman sebaya (peer support)
Copyrights © 2026