Studi ini membahas penggabungan antara ilmu pengetahuan dan Al-Qur'an melalui sudut pandang Dr. Mir Aneesuddin, dengan menganalisis buku Pocket Book of Universal Verses. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki konsep penggabungan antara wahyu dan ilmu pengetahuan yang dijelaskan oleh Mir Aneesuddin, khususnya dalam memahami ayat-ayat kauniyah sebagai dasar pengembangan pengetahuan ilmiah. Penelitian ini menekankan peran Al-Qur'an bukan hanya sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sumber intelektual yang mendorong manusia untuk mengamati, merenungkan, dan memahami fenomena alam dengan cara yang rasional dan ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data utama adalah buku Pocket Book of Universal Verses, didukung oleh literatur yang relevan terkait dengan epistemologi Islam, ilmu pengetahuan, dan tafsir Al-Qur'an. Analisis ini berfokus pada penelaahan gagasan, argumen, dan perspektif Mir Aneesuddin mengenai hubungan antara wahyu dan pengetahuan ilmiah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mir Aneesuddin menempatkan Al-Qur'an sebagai sumber epistemologi utama yang tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern, melainkan melengkapi dan memperkuatnya. Dari sudut pandangnya, wahyu dan ilmu pengetahuan memiliki hubungan yang harmonis di mana keduanya memberikan kontribusi untuk pemahaman yang lebih luas tentang realitas dan alam semesta. Ayat-ayat kauniyah dipahami sebagai tanda-tanda yang mendorong pengamatan, penelitian, dan pemikiran kritis terhadap dunia alami. Integrasi ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan berfungsi sebagai sarana untuk membaca, mengeksplorasi, dan memahami tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan paradigma ilmiah Islam yang integratif yang menggabungkan wahyu dan penyelidikan ilmiah dalam memahami kehidupan, alam, dan eksistensi manusia.
Copyrights © 2026