Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Sebagai program yang masih berada pada tahap awal pelaksanaan, MBG menghadapi berbagai tantangan dalam proses implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia dengan School Meal Program di Korea Selatan melalui pendekatan model implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur komparatif. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber sekunder, seperti jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, peraturan perundang-undangan, dan laporan resmi pemerintah. Analisis dilakukan melalui teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan empat variabel implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa School Meal Program di Korea Selatan memiliki sistem implementasi yang lebih mapan karena didukung oleh komunikasi yang efektif, ketersediaan sumber daya yang memadai, komitmen pelaksana yang tinggi, serta struktur birokrasi yang jelas dan terintegrasi. Sementara itu, implementasi MBG di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek koordinasi antarlembaga, kesiapan sumber daya manusia, pemerataan sarana pendukung, dan mekanisme pengawasan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi, kecukupan sumber daya, disposisi pelaksana, dan efektivitas struktur birokrasi yang mendukung pelaksanaan program.
Copyrights © 2026