Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mendorong transformasi digital yang masif di sektor pendidikan global, khususnya pada jenjang pendidikan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif implementasi AI dalam pendidikan menengah di Indonesia dan Singapura, meliputi aspek kebijakan, infrastruktur digital, kompetensi guru, serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi komparatif (comparative research) melalui teknik analisis isi (content analysis) terhadap literatur ilmiah dan dokumen kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kedua negara. Singapura memimpin dengan infrastruktur digital yang merata, dukungan kebijakan yang sistematis melalui National AI Strategy 2.0, serta kompetensi guru yang tinggi berkat pelatihan berkelanjutan. Sebaliknya, Indonesia menghadapi tantangan berupa ketimpangan infrastruktur digital antardaerah, kompetensi teknologi guru yang belum merata, serta ketiadaan regulasi nasional yang spesifik untuk tingkat sekolah. Meskipun demikian, adopsi AI generatif mulai berkembang pesat di sekolah-sekolah Indonesia untuk membantu pembuatan materi pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan investasi infrastruktur dan pelatihan guru yang terintegrasi di Indonesia agar dapat memperkecil kesenjangan digital tersebut.
Copyrights © 2026