Perundungan (bullying) di sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang berdampak luas pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Artikel ini memaparkan pelaksanaan program sosialisasi anti bullying berbasis pendidikan karakter yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tiga sekolah dasar di Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, yaitu SDN 09 Masang (3 Januari 2026), SDN 24 Muaro Putuih (14 Januari 2026), dan SDN 31 Ujung Labuang (29 Januari 2026). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-partisipatif dengan teknik observasi langsung dan evaluasi lisan. Pelaksanaan kegiatan menggabungkan presentasi visual, diskusi interaktif, permainan peran (role play), dan kegiatan kreatif pembuatan bingkai foto anti bullying. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi hanya sekitar 32% siswa mampu menyebutkan jenis-jenis bullying dengan benar, sedangkan setelah sosialisasi persentase tersebut meningkat menjadi 87%. Tingkat partisipasi aktif siswa selama seluruh sesi mencapai rata-rata 91%, dengan respons positif dari guru dan kepala sekolah di ketiga lokasi. Penggunaan metode role play terbukti paling efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai anti bullying karena sesuai dengan karakteristik belajar anak usia operasional konkret. Temuan ini menegaskan bahwa sosialisasi anti bullying yang dirancang secara kontekstual dan berbasis karakter merupakan intervensi preventif yang efektif di lingkungan sekolah dasar, terutama apabila dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh komponen sekolah
Copyrights © 2026