Penelitian ini mengkaji peranan Kerajaan Pagaruyung sebagai pusat dominasi dan kebudayaan Minangkabau serta gambaran kehidupan masyarakat yang berkembang di bawah naungan tradisi lokal dan pengaruh agama Hindu-Buddha. Fokus utama dari penelitian adalah untuk mengeksplorasi sistem pemerintahan, dinamika ekonomi, aspek sosial budaya, serta nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Kerajaan Pagaruyung kepada masyarakat Minangkabau. Metodologi yang dipakai adalah metode sejarah dengan pendekatan historis dan studi budaya melalui langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi data, dan historiografi. Informasi dikumpulkan melalui kajian pustaka, observasi lapangan, dan analisis sejumlah sumber historis yang relevan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Pagaruyung memiliki satu sistem pemerintahan unik yang disebut Rajo Tigo Selo, yang memadukan elemen pemerintahan, tradisi, dan keagamaan. Ekonomi masyarakat sangat bergantung pada sektor pertanian, serta perdagangan emas, lada, dan jaringan perdagangan regional yang luas. Dalam kehidupan sosial budayanya, masyarakat menerapkan sistem kekerabatan matrilineal yang terintegrasi dengan nilai-nilai adat serta keagamaan. Beragam peninggalan sejarah dan budaya mencerminkan adanya proses akulturasi antara kebudayaan lokal dan pengaruh Hindu-Buddha yang kemudian berlanjut dengan masuknya ajaran Islam. Warisan dari Kerajaan Pagaruyung sangat berperan dalam pembentukan identitas budaya Minangkabau dan harus dilindungi sebagai sumber pembelajaran sejarah serta kekayaan budaya bangsa
Copyrights © 2026