Intan dwi amanda
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kerajaan Pagaruyuang dan Jejak Kehidupan Masyarakat pada Masa Hindhu Buddha di Minangkabau Adel Permata; Intan dwi amanda; Verlinna Verlinna
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peranan Kerajaan Pagaruyung sebagai pusat dominasi dan kebudayaan Minangkabau serta gambaran kehidupan masyarakat yang berkembang di bawah naungan tradisi lokal dan pengaruh agama Hindu-Buddha. Fokus utama dari penelitian adalah untuk mengeksplorasi sistem pemerintahan, dinamika ekonomi, aspek sosial budaya, serta nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Kerajaan Pagaruyung kepada masyarakat Minangkabau. Metodologi yang dipakai adalah metode sejarah dengan pendekatan historis dan studi budaya melalui langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi data, dan historiografi. Informasi dikumpulkan melalui kajian pustaka, observasi lapangan, dan analisis sejumlah sumber historis yang relevan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Pagaruyung memiliki satu sistem pemerintahan unik yang disebut Rajo Tigo Selo, yang memadukan elemen pemerintahan, tradisi, dan keagamaan. Ekonomi masyarakat sangat bergantung pada sektor pertanian, serta perdagangan emas, lada, dan jaringan perdagangan regional yang luas. Dalam kehidupan sosial budayanya, masyarakat menerapkan sistem kekerabatan matrilineal yang terintegrasi dengan nilai-nilai adat serta keagamaan. Beragam peninggalan sejarah dan budaya mencerminkan adanya proses akulturasi antara kebudayaan lokal dan pengaruh Hindu-Buddha yang kemudian berlanjut dengan masuknya ajaran Islam. Warisan dari Kerajaan Pagaruyung sangat berperan dalam pembentukan identitas budaya Minangkabau dan harus dilindungi sebagai sumber pembelajaran sejarah serta kekayaan budaya bangsa