Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan ancaman yang dihadapi industri tekstil Indonesia dalam perdagangan global, khususnya merespons kenaikan tarif impor global pada tahun 2025, serta membandingkan daya saing produk tekstil Indonesia dengan Tiongkok. Dengan menggunakan pendekatan gabungan (mixed-method) yang memadukan data kuantitatif dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perindustrian, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan analisis kualitatif terhadap literatur kebijakan perdagangan, studi ini menemukan bahwa Indonesia memiliki keunggulan pada efisiensi biaya tenaga kerja dan potensi kepatuhan terhadap standar keberlanjutan. Namun, kenaikan tarif impor oleh Amerika Serikat yang mencapai 32% untuk Indonesia dan 145% untuk Tiongkok, serta ketergantungan tinggi pada bahan baku impor, menghadirkan tantangan serius. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi pasar ekspor, peningkatan nilai tambah produk, adopsi sertifikasi internasional, serta penguatan diplomasi ekonomi bilateral
Copyrights © 2026