Sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Neroktog, Kota Tangerang, masih mengelola keuangan secara konvensional tanpa sistem pembukuan harian yang terpisah antara modal usaha dan kebutuhan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas intervensi pelatihan manajemen keuangan dalam meningkatkan literasi finansial pelaku UMKM di wilayah tersebut. Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (one-group pretest-posttest design), penelitian ini melibatkan 14 pelaku UMKM lintas sektor yang terpilih melalui teknik total sampling dengan kriteria data berpasangan yang lengkap. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen pre-test berbentuk pilihan ganda dan post-test berbentuk esai pendek yang dikonversi ke skala 0–100. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji nonparametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan literasi finansial yang signifikan secara statistik dan substansial secara praktis, di mana skor rata-rata peserta meningkat sebesar 30,71 poin, dari 49,29 pada pre-test menjadi 80,00 pada post-test (Z = -2,67; p = 0,01 < 0,05). Analisis menunjukkan ukuran efek yang besar (large effect size) dengan nilai r = 0,71. Meskipun terdapat anomali penurunan skor pada dua peserta akibat bias perbedaan bentuk instrumen (measurement artifact), pelatihan ini terbukti efektif dalam membangun kompetensi kognitif dasar peserta. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas literasi keuangan dapat diakselerasi melalui pelatihan terstruktur, namun memerlukan program pendampingan (mentoring) pascapelatihan secara berkelanjutan untuk memastikan perubahan perilaku keuangan yang permanen
Copyrights © 2026