Enrichment process seperti proses upwelling, mixing, atau river runoff, sangat diperlukan dalam meningkatkan kesuburan perairan, namun demikian enrichment process yang berlebihan pada suatu perairan berpotensi pada perubahan keseimbangan suatu ekosistem yang ditandai dengan adanya perubahan struktur komunitas plankton. Perairan Probolinggo yang merupakan bagian dari Selat Madura, diduga mengalami kondisi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi nutrien terhadap struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juli dan September 2023 dengan menggunakan metode purposive sampling. Parameter kualitas air yang diukur meliputi nitrat, ortofosfat, silikat, suhu, salinitas, pH, DO, dan kecerahan. Sampel plankton diambil menggunakan plankton net, kemudian diidentifikasi dan dianalisis menggunakan indeks ekologi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat berkisar antara 0,04–2,03 mg/L, sedangkan ortofosfat dan silikat relatif homogen dengan nilai 0,02–0,03 mg/L dan 0,02–0,10 mg/L, dengan nilai indeks keanekaragaman plankton (H’) antara 0,62–1,45. Analisis PCA menunjukkan nitrat menjadi variabel dominan terhadap variasi struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Kelimpahan fitoplankton lebih tinggi dibandingkan zooplankton, terutama pada titik yang memiliki konsentrasi nutrien relatif tinggi (Titik 1 dan 2 di bulan Juli). Namun, tingginya kelimpahan tersebut tidak diikuti dengan keanekaragaman yang tinggi (H’ lebih rendah), sehingga menunjukkan adanya pergeseran struktur komunitas plankton menuju kondisi yang kurang beragam. Temuan ini mengindikasikan bahwa enrichment nutrient, khususnya nitrat berkontribusi terhadap perubahan struktur komunitas plankton di Perairan Probolinggo. Penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekosistem setempat serta menjadi dasar bagi pengelolaan perikanan dan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Enrichment processes such as upwelling, mixing, or river runoff can increase water fertility, but excessive enrichment has the potential to disrupt ecosystem balance, as reflected in changes to plankton community structure. The waters of Probolinggo, part of the Madura Strait, are suspected of experiencing this condition. This study aimed to analyze the effect of nutrient concentration on plankton community structure in Probolinggo Waters. Sampling was conducted in July and September 2023 using purposive sampling. Measured water quality parameters included nitrate, orthophosphate, silicate, temperature, salinity, pH, DO, and brightness. Plankton samples were collected with a plankton net, then identified and analyzed using ecological indices. Results showed nitrate concentrations ranged from 0.04 to 2.03 mg/L, while orthophosphate and silicate were relatively homogeneous (0.02–0.03 mg/L and 0.02–0.10 mg/L, respectively). Plankton diversity index (H’) values ranged from 0.62 to 1.45. PCA analysis indicated that nitrate was the dominant variable influencing variation in plankton community structure. Phytoplankton abundance was higher than zooplankton, especially at stations with relatively high nutrient concentrations (stations 1 and 2 in July). However, this abundance was not accompanied by higher diversity (lower H’), indicating a shift in community structure towards reduced diversity. These findings suggest that nutrient enrichment, particularly nitrate, plays a significant role in altering plankton community structure in Probolinggo waters. This study provides insight into local ecosystem dynamics and serves as a basis for sustainable fisheries and coastal resource management.
Copyrights © 2025