Pencemaran mikroplastik menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut karena sifatnya yang persisten, berukuran kecil (≤ 5 mm), dan berpotensi terakumulasi dalam organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan karakteristik mikroplastik pada organ insang dan usus ikan tongkol (Auxis thazard) yang ditangkap di Perairan Teluk Kupang, Indonesia. Ekstraksi mikroplastik dilakukan melalui destruksi kimia jaringan menggunakan larutan HNO₃ 65%, diikuti filtrasi (0,45 µm), dan identifikasi menggunakan mikroskop. Mikroplastik terdeteksi pada 80,8% individu, dengan tipe fiber sebagai satu-satunya tipe mikroplastik yang ditemukan pada kedua organ, yang menunjukkan dominasi sumber dari serat sintetis yang berkaitan dengan aktivitas domestik dan perikanan. Kelimpahan mikroplastik secara signifikan lebih tinggi pada insang (2,2 ± 1,7 partikel per individu) dibandingkan pada usus (1,2 ± 1,0 partikel per individu), yang menunjukkan peran insang sebagai jalur utama paparan melalui air, sementara keberadaan di usus mencerminkan proses asupan melalui rantai makanan. Mikroplastik berwarna hitam mendominasi baik pada insang (49,3%) maupun usus (43,5%), yang mengindikasikan adanya akumulasi selektif dan/atau perbedaan ketersediaan di lingkungan. Temuan ini menunjukkan adanya berbagai jalur paparan mikroplastik pada ikan pelagis serta menunjukkan dominasi partikel tipe fiber sebagai indikator utama masukan antropogenik di perairan pesisir. Penelitian ini menyediakan data dasar terkait kontaminasi mikroplastik pada ikan pelagis bernilai ekonomis penting serta menekankan urgensi penerapan strategi pengelolaan terpadu untuk mengurangi masukan mikroplastik ke dalam ekosistem laut. Microplastic pollution poses a serious threat to marine ecosystems due to its persistence, small size (≤ 5 mm), and potential to accumulate in aquatic organisms. This study aimed to analyze the distribution and characteristics of microplastics in the gills and intestines of frigate tuna (Auxis thazard) collected from Kupang Bay, Indonesia. Microplastics were extracted through chemical digestion of tissues using 65% HNO₃, followed by filtration (0.45 µm) and microscopic identification. Microplastics were detected in 80.8% of individuals, with fibers as the only type observed in both organs, indicating a dominant input from synthetic fibers associated with domestic and fisheries-related activities. Microplastic abundance was significantly higher in the gills (2.2 ± 1.7 particles per individual) than in the intestines (1.2 ± 1.0 particles per individual), suggesting that gills serve as the primary pathway for waterborne exposure, while intestinal presence reflects trophic ingestion. Black-colored microplastics predominated in both the gills (49.3%) and intestines (43.5%), indicating selective accumulation and/or differences in environmental availability. These findings reveal multiple exposure pathways in pelagic fish and highlight the dominance of fiber-type particles as a key indicator of anthropogenic inputs in coastal waters. This study provides baseline data on microplastic contamination in an economically important pelagic species and emphasizes the need for integrated management strategies to reduce microplastic inputs into marine ecosystems.
Copyrights © 2026