Penumpukan limbah kotoran ternak masih banyak yang belum dimanfaatkan. Penumpukan dalam jumlah besar dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan, pencemaran udara dan air. Perlu adanya penanganan yang tepat dalam mengelola limbah kotoran ternak seperti pembuatan kompos. Teknologi pembuatan kompos menjadi solusi yang tepat agar pengelolaan limbah kotoran dapat dimanfaatkan kembali seperti dalam sektor pertanian. Metode pembuatan dengan menggunakan kotoran kambing ± 800 kg, dedak 20 kg dan dekomposer (MA11). Proses pengomposan dilakukan selama ± 8 minggu. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan hara pada kompos kotoran kambing sudah memenuhi prasyarat kualitas kimiawi kematangan kompos SNI 19-7030-2004, berturut-turut untuk nilai C, N, C/N dan pH kompos adalah 32,28 %, 1,98 %, 13,16 %, dan 7,24. Selain itu juga memenuhi prasyarat kualitas fisik yang ditetapkan antara lain: temperatur 29,7oC, berwarna kehitaman, berbau seperti tanah, dan bertekstur seperti tanah.
Copyrights © 2020