Inventarisasi morfologi tanah merupakan kegiatan pengumpulan data berupa tanah yang akan digunakan dalam pengelolaan stasiun percobaan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS). Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melakukan survei pada lahan yang akan diolah secara cermat. Tujuan utama survei tanah adalah untuk memberikan informasi atau keterangan mengenai berbagai jenis tanah, sebarannya dan dapat menjadi bahan evaluasi lahan potensial untuk suatu penggunaan tertentu. Dengan karakteristik tanah yang berbeda-beda, hal ini menjadikan jenis tanah dan morfologi tanah sebagai acuan yang nantinya akan digunakan untuk menentukan pengelolaan tanah yang baik. Di stasiun percobaan BALITTAS terdapat kesamaan iklim, kemiringan lereng, bentuk lahan dan bahan induk, namun yang membedakan adalah dari penggunaan lahan berupa sawah dan lahan kering. Penutupan lahan berupa tebu, padi, agave, rami dan jati. Dengan menggunakan metode free grid, hal ini ditentukan melalui key area dengan membuat profil dan minipit tanah. Deskripsi dan evaluasi dilakukan untuk mengklasifikasikan morfologi tanah yang ada. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: (1). Titik pengamatan dilakukan pada lima lokasi penutup lahan yaitu tebu, padi, agave, rami dan jati putih. (2). Ordo tanah pada lokasi pengamatan tergolong Inceptisols. Ditemukan dua jenis tanah pada lokasi tersebut dan tergolong Oxyaquic Humudept; dan Typic Humudepts. (3). Penutup lahan dengan berbagai pengelolaan lahan mempengaruhi karakteristik kestabilan agregat tanah dan kesuburan tanah lapisan atas. (4). Pada lokasi lahan kering yang digunakan untuk persawahan ditemukan kondisi akuik, dengan karakteristik berupa redoks deplesi pada kedalaman 22-45 cm yang mengakibatkan nilai kroma rendah yaitu 2,0.
Copyrights © 2021