Penelitian ini mengkaji peran asesmen dan penilaian dalam mewujudkan pembelajaran bermakna pada Kurikulum Merdeka. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mensintesis literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terkait asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen dalam Kurikulum Merdeka mengalami pergeseran dari pendekatan berorientasi hasil menuju pendekatan yang berorientasi proses dengan penekanan pada perbaikan pembelajaran melalui umpan balik berkelanjutan. Asesmen formatif berperan penting dalam mendukung pembelajaran bermakna karena membantu guru dan peserta didik memahami perkembangan belajar serta menyesuaikan strategi pembelajaran. Namun, implementasi asesmen di lapangan masih menunjukkan variasi, terutama dalam pemahaman guru, desain asesmen, dan beban administrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi guru, penyederhanaan administrasi asesmen, dan kolaborasi profesional merupakan strategi penting untuk mengoptimalkan praktik asesmen. Secara keseluruhan, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur, tetapi juga sebagai penggerak utama pembelajaran bermakna yang berpusat pada peserta didik.
Copyrights © 2026