Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Data GLOBOCAN 2022 mencatat 408.661 kasus baru dengan 243.363 kematian, dengan kanker payudara dan serviks sebagai jenis tersering pada perempuan. Di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, keterbatasan akses layanan kesehatan dan rendahnya pengetahuan masyarakat menyebabkan keterlambatan deteksi kanker. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan 30 kader kesehatan melalui pelatihan deteksi dini kanker payudara, khususnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), yang dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelatihan, serta pendampingan dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dari mayoritas kategori cukup-kurang sebelum intervensi menjadi 78% kategori baik setelah intervensi, serta peningkatan keterampilan dari 65% kader belum mampu menjadi 87% mampu melakukan SADARI dengan benar. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif memperkuat kader kesehatan sebagai agen perubahan dalam program deteksi dini kanker di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026